Wabah ulat bulu yang terjadi di jawa timur dan bali mungkin disebabkan angin atau badai yang bisa membawa kupu hingga ribuan kilometer, ini perlu penelitian arah angin bulan-bulan tertentu kemarin sebelum kupu-kupu bertelur datangnya dari mana

saya lihat dan dengar di media bahwa penyebab wabah ulat dikatakan burung sebagai predator ulat sudah berkurang, mungkin ini benar, tapi menurutku predator utama yang sekarang sangat langka adalah semut krangrang yang selalu dipanen krotonya untuk dijual sebagai pakan burung

Bila pohon ada semut krangrang atau semut hitam yang di'rambutan' maka buahnya tidak berulat

Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi
saya sengaja membiarkan semut hitam di pohon jambu, dulunya semut hitam di pohon jambu didapat saat beli rambutan, saat dibersihkan ternyata semut berkumpul di dus yang terlipat dekat tempat sampah karena saat itu muncul ide untuk coba-coba maka lipatan dus tersebut saya tempelkan di pohon jambu
setelah beberapa lama semut berkembang sangat banyak, sampai ke pohon belimbing dan buah jambu dan belimbing di kebun saya tidak berulat

dari pengalaman tersebut saya coba melakukan hal yang sama untuk semut krangrang, namun hanya berhasil sebentar karena kemudian aemut krangrang menghilang

Tips mencegah wabah ulat
untuk mencegah penyebaran ada baiknya melakukan pemangkasan ranting dengan tujuan membuang daun, pada daerah yang belum terserang

untuk penanggulangan mendatang mungkin harus mencoba beternak semut hitam atau semut krangrang, selain mencegah ulat bulu keuntungannya adalah buah hasil panen tidak akan ada ulatnya
pengalaman ini dilakukan tidak dengan penelitian, namun hasilnya sudah terbukti buah-buah dikebun saya tidak berulat

bila berguna mohon pengalaman ini dishare, bila ada yang tertarik silahkan melakukan penelitian semut-semut sebagai pencegah hama ulat, bila tak berguna abaikan saja