Blusukan tak jauh dari forum bersama dengan mengangkat segala tema, topik, dan berita yang bermanfaat bagi kita semua...
Selamat bergabung, tunjukan aspirasi Anda....
Terimakasih

Jumat, 01 April 2011

Yuk Mengenal Dunia Migrain...

Dibawah ini merupakan kumpulan artikel yang didapat berbagai sumber, dan berharap ada manfaat banyak bagi hadirin blogg Blusukan ini....

Makanan Memicu Migren?

Migren merupakan sakit kepala yang ditandai nyeri di satu sisi kepala disertai rasa mual dan lebih banyak diderita kaum perempuan. Walaupun belum ada bukti ilmiah, namun sebagian besar kasus migren ternyata berkaitan dengan makanan tertentu.

Dalam sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Cephalalgia, sekelompok pasien migren dites kadar antibodi IgG terhadap 266 jenis makanan pencetus alergi. Antibodi merupakan indikasi respon imun tubuh terhadap makanan tertentu.
Pertama-tama, seluruh pasien diberi jenis makanan yang dalam tubuh pasien itu sudah ada antibodinya. Kemudian, mereka diberi jenis makanan yang antibodinya sudah dihilangkan sehingga tidak akan menyebabkan alergi.
Dibandingkan dengan frekuensi terjadinya migren pada pasien, ternyata jika pasien itu melakukan pantangan terhadap makanan yang memicu reaksi alergi, kekambuhan migrennya jadi berkurang. Peneliti menyimpulkan, kaitan antara migren dan jenis makanan tertentu mungkin bersifat imunologi.
Makanan pemicu alergi dan juga mencetuskan migren sangat bervariasi pada tiap individu. Namun, cukup banyak kasus migren dipicu oleh makanan seperti cokelat, keju, bumbu masak (monosodium glutamat), pemanis buatan, alkohol, dan kafein.

Apa Kaitan Hormon dan Migren?

Dari segi kesehatan, banyak keuntungan menjadi perempuan. Tapi tidak bila bicara soal sakit kepala, terutama migren.

Diperkirakan 18 dari 100 perempuan berusia 12 tahun ke atas paling tidak pernah merasakan migren atau sakit kepala yang menyerang satu sisi kepala. Pada pria, nyeri kepala ini hanya menyerang 6 persen dari populasi. Mengapa penyakit ini lebih sering menyerang perempuan? Para ahli menduganya karena hormon.

Banyak faktor yang menyebabkan timbulnya sakit kepala, baik pada pria maupun wanita, termasuk juga faktor genetik dan usia. Pada perempuan, penyebab utamanya lebih disebabkan karena perubahan hormon.

Pengaruh hormon terlihat pada kenyataan bahwa sebagian besar penderita mengalami serangan migren pada waktu sebelum, selama, atau sesudah datang bulan. Migren juga banyak diderita oleh perempuan usia produktif, dan berangsur-angsur menghilang saat menopause.

Penggunaan pil kontrasepsi serta terapi hormon juga bisa memicu sakit kepala. Selama masa kehamilan, biasanya serangan sakit kepala agar berkurang.

Dalam situs mayoclinic disebutkan, hormon estrogen dan progesteron, yang berperan penting dalam siklus menstruasi dan kehamilan, memengaruhi zat-zat kimiawi di otak sehingga menyebabkan sakit kepala. Kadar estrogen yang tinggi akan menyebabkan sakit kepala, sementara estrogen yang rendah justru memperburuk rasa nyeri di kepala.

Faktor stres diduga juga dapat meningkatkan kekerapan serangan migren. Sedangkan jenis makanan yang mengandung tiramin, misalnya keju, dan feniletamin (dalam cokelat) juga dapat merangsang serangan migren.

Waspadalah, Migren Bisa Menyertai Stroke

Bukannya menakut-nakuti, terkadang satu penyakit bisa timbul menyusul penyakit lainnya. Ironisnya, gejala penyakit kedua seringkali begitu tersamar sehingga orang tidak menduga keberadaannya.

Frekuensi timbulnya sakit kepala sebelah, ternyata dapat menjadi gambaran besarnya risiko terhadap stroke dan serangan jantung. Penelitian di Amerika Serikat tahun 2007 menyebutkan, jika migren kita kambuh rutin minimal sebulan sekali, artinya risiko serangan jantung meningkat menjadi 50 persen lebih tinggi. Ini dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mengalami migren sama sekali.

Sementara itu, apabila migren kita mampir seminggu sekali, risiko terhadap stroke dan serangan jantung langsung menukik hingga 3 kali lipat. Demikian dijelaskan oleh Tobias Kurth, MD, peneliti dan asisten profesor dari Harvard Medical School.

Menurut dr.Imam Nito, Sp.PD, spesialis penyakit dalam dari RS Omni Pulomas, tidak semua migren menjadi pertanda adanya risiko stroke dan serangan jantung. Lebih terperinci, tipe yang berkaitan dengan stroke atau serangan jantung adalah migren fungsional. Bukannya migren temporer yang misalnya kambuh sehabis berjemur di bawah terik matahari.

Yang dimaksud dengan migren fungsional adalah sakit kepala yang timbul karena salah satu organ tubuh tidak berfungsi baik. Misalnya, suplai aliran darah tidak lancar karena terhambat oleh tumpukan kolesterol.

Lindungi diri kita dengan menghindari pemicu migren, mengingat, hingga sekarang para peneliti masih belum menemukan cara yang tepat untuk mencegah migren temporer maupun fungsional.

Untuk mencegah migren fungsional yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung dan stroke, kita bisa menerapkan saran yang diberikan oleh National Stroke Association: Rutinlah berolahraga dan atur pola makan sehari-hari, agar kadar kolesterol stabil dan terhindar dari kegemukan. Selain itu, berhentilah merokok dan batasi juga konsumsi minuman yang mengandung alkohol.


Mengapa Wanita Sering Kena Migren?

 

Migren bukanlah sakit kepala biasa. Sakit kepala yang satu ini ditandai nyeri, berdenyut-denyut, terutama di satu sisi kepala. Terkadang disertai rasa mual sampai muntah, serta sensitif terhadap cahaya dan suara.

Menurut Carolyn Bernstein, penulis buku The Migraine Brain (2008), migren terjadi karena sel pada otak mengalami pembengkakan dan mengirimkan sinyal pada saat yang salah. Saraf-saraf otak yang lebih sensitif juga menyebabkan seseorang sering terkena migren.

Dibandingkan dengan pria, wanita memang lebih sering terserang migren. Umumnya, migren menyerang perempuan berusia 10 sampai 46 tahun dan berangsur-angsur menghilang setelah menopause.

"Selain karena faktor hormon, banyak juga perempuan yang terkena migren karena alasan psikologikal, namun naik turunnya kadar hormon dalam tubuh wanita adalah penyebab paling jelas terjadinya migren," kata Bernstein yang juga mendirikan Women's Headache Center in Cambridge, AS, ini.

Pada perempuan, biasanya migren sering timbul pada masa-masa menstruasi. Namun, ada pula wanita yang mengalami sakit kepala hormonal, yakni kepala nyut-nyutan sekitar masa subur. Bernstein menyarankan agar kita mencatat masa menstruasi sehingga bisa menemukan kaitan dengan terjadinya migren. Faktor pemicu lainnya antara lain stres, terlambat makan, kurang istirahat, juga kurang berolahraga.

Serangan migren umumnya berulang. Namun migren tidak bisa disembuhkan, sehingga penderita disarankan melakukan tindakan preventif dengan mengubah gaya hidup dan minum obat hanya jika serangan timbul. Cukup tidur, rutin berolahraga, akan membuat rasa nyeri yang ditimbulkan oleh migren berkurang.

Fenomena Cahaya dan Sakit Migren Terungkap

Selain rasa nyeri dan sakit di satu sisi kepala, penderita migren biasanya sensitif terhadap cahaya. Kadang-kadang diawali dengan melihat kilatan cahaya serta penglihatan ganda atau kabur. Hal ini disebut juga dengan photophobia.

Dalam laporannya yang dimuat dalam jurnal Nature Neuroscience para ahli mengklaim berhasil mengungkapkan fenomena kilatan cahaya yang sering dilihat penderita migren sebelum rasa sakit kepala menyerang.

Para ahli dari Boston menjelaskan ada sel di bagian otak yang disebut thalamus, yakni bagian di mana seluruh informasi dari sistem visual dan informasi dari sistem respon sakit bertemu.

Thalamus adalah pusat panel sensor di otak yang bertugas untuk menerima sinyal sensor dari bagian tubuh yang berbeda-beda lalu meneruskannya ke berbagai sistem sensori, motor, dan area kognitif di lapisan luar otak.

Para ahli berhasil mengidentifikasi sebuah jalan baru di otak yang aslinya berada di mata namun masuk ke area otak di mana saraf menjadi lebih aktif saat serangan migren datang.

"Cahaya ini akan meningkatkan aktivitas elektrik di saraf," kata Dr Richard Lipton, direktur Montefiore Headache Centre, New York, AS.

"Selama ini kami tidak punya petunjuk bagaimana cahaya dan rasa sakit berkomunikasi di otak karena mereka berada dalam bagian yang berbeda. Namun ternyata pertemuan dua informasi ini membuat rasa sakit penderita migren bertambah parah," kata Lipton

Sakit Migren, Pakai Kaca Mata Hitam Aja!

 

Bila Anda kerap menderita akibat sakit migren, nasihat yang satu ini mugkin dapat dicoba. Tidurlah sambil mengenakan kaca mata hitam!

Peneliti di Israel mengindikasikan, beristirahat dengan menggunakan kaca mata hitam mungkin dapat membantu mengatasi sakit migren kronis. Sudah sejak lama diketahui, cahaya membuat sakit migren makin menjadi-jadi. Tetapi hingga kini belum ada penjelasan mengapa hal itu terjadi.

Para ahli dari Beth Israel Deaconess Medical Centre berhasil memecahkan misteri itu. Mereka mengidentifikasi pola visual yang menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya pada saat migren, baik pada orang buta maupun pada orang dengan penglihatan normal.

"Penderita migren dapat mengenakan kaca mata hitam bahkan pada malam hari," ungkap penulis riset Dr Rami Burstein, professor anestesi dan pengobatan kritis di BIDMC dan Harvard Medical School, seperti dikutip Nature Science. Ia menambahkan cahaya yang paling suram pun dapat membuat sakit migren memburuk.

Sakit migren pain diyakini terjadi ketika meninges, sistem membran yang melapisi otak dan sistem saraf pusat, mengalami gangguan atau iritasi. Hampir 85 persen pasien migren menjadi sangat sensitif terhadap cahaya, atau dikenal dengan istilah photophobia.

Dari observasi terungkap bahwa pasien buta penderita migren pun mengalami photophobia. Inilah membuat Burstein dan rekannya Rodrigo Noseda, PhD, membuat hipotessa bahwa sinyal yang dikirim dari retina melalui saraf optik dapat memicu rasa sakit yang intensif.

Dalam risetnya, peneliti memantau dua kelompok tuna netra penderita sakit kepala migren. Pasien kelompok pertama mengalami kebutaan total akibat penyakit mata seperti kanker retina dan glaukoma. Mereka tidak dapat melihat gambar atau menangkap cahaya.  Oleh sebab itu pula, mereka tidak dapat mempertahankan siklus tidur-bangun yang normal.

Pasien di kelompok kedua mengalami kebutaan akibat penyakit retina degeneratif  seperti retinitis pigmentosa. Meskipun tak dapat melihat gambar, mereka masih dapat mendeteksi hadirnya cahaya dan mempertahankan siklus tidur normal.

Anak Migren, Awas Lubang pada Jantung!

Penyakit migren atau sakit kepala sebelah pada anak sebaiknya tidak dianggap sepele. Hasil penelitian terbaru yang dimuat Journal of Pediatrics mengindikasikan, anak yang mengeluh sakit migren disertai gangguan penglihatan berpotensi memiliki lubang atau kebocoran pada jantungnya.

Temuan itu adalah hasil penelitian para dokter di Amerika Serikat setelah memeriksa 109 anak berumur di atas enam tahun yang kesemuanya mengidap migren. Tercatat sekitar setengah dari anak penderita migren disertai gangguan visual—yang disebut aura—ditemukan memiliki kelainan pada jantungnya.
"Mungkin ada sejumlah penjelasan terkait penelitian ini sehingga perlu dilakukan riset lebih lanjut sebelum kita menarik suatu kesimpulan," ujar Amy Thompson, perawat jantung senior dari British Heart Foundation, seperti dilansir BBC News, Jumat (1/4/2011).

“Setelah memahami hubungan ini lebih detail, kami dapat memberikan sinyal untuk lebih meningkatkan perawatan pasien,” katanya menambahkan.
Sejumlah penelitian media juga telah menemukan bahwa lubang pada jantung pada orang dewasa, secara teknis dikenal sebagai patent foramen ovale (PFO), memiliki kaitan dengan migrain disertai aura.
Dr Rachel McCandless dan rekan dari Universitas f Utah menggunakan teknik pemindaian yang dikenal sebagai echocardiogram untuk mencari cacat pada jantung. Pada anak-anak yang mengalami migren disertai aura, sekitar 50 persennya memiliki lubang pada jantungnya. Persentase ini tercatat dua kali lipat dibandingkan pada populasi secara umum.

Rachel berharap, teknik ini dapat membuka jalan bagi penelitian di masa depan mengenai kelainan ini. Ia menambahkan, sekitar satu dari 10 penderita migren mengalami aura. Gejala migren aura umumnya seperti gangguan visual seperti serasa melihat kilatan lampu, mati rasa, kesemutan, dan bicara yang cadel.

Redakan Migren

 

Cuaca panas atau stres sering membuat kepala menjadi migren alias pusing sebelah. Untuk meredakannya, kompres bagian yang sakit dengan es atau air yang sangat dingin selama beberapa menit.    Ulangi jika keluhan masih terasa. Perlahan-lahan sakit kepala sebelah Anda akan segera lenyap dan Anda pun bisa kembali beraktivitas.

Akupuntur Atasi Migrain

AKUPUNTUR seperti yang kerap diterapkan oleh para tabib dan dokter Traditional Chinese medicine (TCM) dapat mengurangi sakit migrain. Demikian sebuah penelitian mengungkap. Para peneliti dari Italia ini menemukan bahwa perawatan teratur dengan akupuntur yang tepat membantu memperbaiki gejala pada 32 pasien yang menderita migrain yang sudah resisten atau kebal dengan obat.

Lebih lagi, terapi ini bekerja lebih efektif dibanding dengan dua bentuk akupuntur palsu lain yang digunakan sebagai perbandingan. Demikian diungkapkan para peneliti dalam Medical Journal Headache.

Pada penelitian sebelumnya, menyisakan hasil yang cukup kontradiksi atas perawatan migrain dengan akupuntur. Beberapa peneliti menilai bahwa penggunaan akupuntur yang tidak tepat, menggunakan jarum tumpul dan tidak sampai menembus kulit juga dikatakan menurunkan gejala seperti akupuntur yang sebenarnya. Tentu hal ini menyisakan pertanyaan mengenai efek biologis akupuntur.

Meski begitu, masalahnya, pada penelitian ini, terdapat inkonsistensi desain (penelitian), juga penggunaan poin atau titik akupuntur yang tidak sesuai dengan titik-titk yang seharusnya ditusuk.

Akupuntur telah digunakan lebih dari 2000 tahun dalam pengobatan China untuk mengatasi beragam masalah kesehatan. Menurut pengobatan tradisional ini, titik-titik spesifik pada akupuntur ini terkait dengan jalur internal tubuh yang membawa energi atau Qi (chi) dan merangsang titik-titik ini dengan jarum dapat meningkatkan aliran Qi ini.

Pada penelitian terakhir, Dr. Enrico Facco dari Universitas Padua dan koleganya melihat bagaimana secara tradisional akupuntur diperbandingkan dengan teknik akupuntur pura-pura (tanpa jarum tajam) untuk mencegah migrain.

Secara acak mereka meilih 160 pasien yang mengalami migrain menjadi empat kelompok: Pada kelompo satu, pasien menerima dua kali seminggu sesi akupuntur tradisional. Kelompok kedua menjalani akupuntur pura-pura. Kelompok ketiga juga menjalani akupuntur pura-pura tetapi menggunaka jarum tumpu yang ditusukkan pada ttik-titik akupuntur yang sebenarnya. Dan kelompok keempat

Lebih dari enam bulan, Tim Facco menemukan, hanya grup yang menerima tusukan jarum akupuntur dengan tepatlah yang mengalami kesembuhan dari migrain dibanding dengan yang kelompok kontrol. Faktor utama yang baru dari penelitian ini adalah bahwa terapi ini meski berdasar pengobatan tradisional, tetapi menggunakan cara barat yang ilmiah.

Hasilnya menjanjikan, kata Facco, namun penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mengkonfirmasi manfaat dari akupuntur tradisional terhadap migrain. Meski begitu, Facco, menambahkan, karena terapi ini hanya berefek samping kecil, dapat digunakan untuk mereka yang menderita migrain yang tidak dapat diselesaikan dengan pengobatan standar.

Belum jelas benar kenapa akupuntur dapat mengurangi migrain. Menambahi teori tradisional berdasar konsep Qi, riset modern dari akupuntur atas migrain ini menyatakan bahwa akupuntur mungkin bekerja dengan cara mengalihkan signal di antara sel-sel saraf atau mempengaruhi pelepasan beragam bahan-bahan kimia di antara sistem saraf pusat.

 

Tidak ada komentar: